Selasa, 06 Mei 2014

Yang spesial akan kalah sama yang selalu ada

cerita cinta klasik tentang kebahagiaan, penantian, pengharapan, angan-angan, juga bayangan-bayangan tentang masa depan cerah yang masih abu-abu. semuanya hampir menjadi bagian hidup yang serba hitam-putih, belum pasti mengarah kemana. waktu menjamah hidup kita, memberikan harapan untuk kita terus bangkit dan tetap melanjutkan hidup yang sesungguhnya, hidup yang keras, penuh politik duniawi yang sarat akan kebohongan.

bagaimana dengan persahabatan? sahabat yang katanya malaikat tanpa sayap, sosok yang akan selalu ada, akan selalu hadir diantara suka, juga duka yang mampir sebentar kemudian pergi lagi. sahabat yang katanya selamanya menjadi bagian dari diri kita, penentu kita kedepannya, yang menggenggam tangan kita, merangkul kita saat dijatuhkan oleh kenyataan yang memang selalu menyakitkan. sahabat, sahabat dalam kamus hati yang hanya ada dipikiran kita, hanya kita yang tahu, tidak dijual, dan tidak akan diketahui oleh siapapun. banyak yang mengatakan, "yang spesial akan kalah sama yang selalu ada" dan seperti itulah mereka, sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita, juga mereka yang selalu ada untuk kita, ibu dan bapak guru kita, dan yang terakhir, orang tua tercinta. karena hanya mereka yang memang akan ada untuk kita, kita yang menangis, yang terpukul, trauma dengan hidup, dan berpikir untuk berhenti disini saja, tanpa mencoba untuk kembali berjalan seperti sedia kala, hanya mereka.

bagaimana jika kita tidak memilikinya? bagaimana jika kita tidak mempercayai sosok yang bernama sahabat itu? karena makhluk sepertinya mungkin saja tidak diciptakan tuhan untuk kita, mungkin saja. tapi percaya atau tidak, ada banyak sosok seperti itu diluar sana, hanya saja kita terlalu takut untuk memberikan kepercayaan lebih kepadanya. sangat banyak, hanya saja kita terlalu lama berpikir dan tenggelam dalam pikiran kita masing-masing tanpa adanya usaha untuk menerima dan beradaptasi dengan dunianya juga. seperti itulah kita, terlalu banyak berpikir, tanpa dibarengi usaha yang seimbang.

hal yang perlu dilakukan, yaitu berusaha percaya! apa susahnya memberikan sekian persen rasa percaya kepada mereka. saatnya terbangun dari mimpi, keluar dari dunia kita masing-masing dan berusaha percaya, keluar dari nyamannya kita dan menatap dunia yang sesungguhnya, menatap dunia dengan senyuman tentunya.

karena diluar sana ada banyak sosok sepertinya,
sosok malaikat tanpa sayap, sosok yang tidak sempurna diluar sana,
sama seperti kita.

percayalah!

5 komentar: