Ada masa dimana kita tidak bisa memilih, juga tidak bisa berbuat apa-apa. butuh waktu? iya! karena semuanya harus dipikirkan baik-baik. terlambatkah? atau memang semuanya hanya seperti ini, seperti ini? datang, kemudian pergi. pergi? dan yang tertinggal hanya rasa sakit yang tidak bisa dilukiskan dalam kanvas, atau dalam kertas berupa coretan tangan dengan makna. Cobaan lagi, yah sepertinya itu sudah menjadi agenda tuhan untukku, tapi dari sanalah aku belajar sesuatu, Kehilangan, yang benar-benar hilang.
semuanya berjalan baik sebelum kamu datang, baik sekali. aku memiliki semuanya yang kubutuhkan, semuanya yang mampu merangkulku sejenak dalam tawa, semuanya yang mampu memahamiku. sampai kemudian kamu datang? datang dengan alasan yang membuatku luluh. sebelumnya aku tidak pernah berpikir sejauh ini, merasa sejauh ini, juga merasa sakit sedalam ini. "Hidup itu indah, enjoy it!" Itu sloganku saat aku jatuh terpuruk, tapi entah mengapa slogan itu tidak mempan sekarang, sepertinya itu hanya sebuah kalimat sederhana dengan makna yang tinggi tanpa bisa kurasa seperti sebelumnya.
disinilah aku, duduk diantara jendela kamarku menghadap langit yang kian mendung. langit menghitam, menutupi bintang-bintang dengan warna yang sangat kelabu. ada sedikit sesak yang terasa, angka cantik 23 yang menggantung lirih dikalenderku sebentar lagi akan berlalu, yang kemudian digantikan oleh angka-angka lain yang sedikitpun aku tidak tertarik melihatnya, sebelumnya aku BIMBANG, bukan karena aku tidak cinta lagi? tapi karena kedatanganmu yang sangat cepat tanpa ada persetujuan denganku. kamu masa laluku, mengapa datang disaat-saat penting seperti ini? kamu datang dengan perhatian, datang dengan tujuan, tapi kamu pergi secepat aku kembali berpihak padamu, kalau saja aku tahu seperti ini? jangan datang! percuma, karena kamu tidak datang untuk tinggal, tapi mewariskan sisa-sisa sakit yang pernah kuberikan untukmu, beberapa waktu yang lalu dalam tahun-tahun yang kejam ini. Jangan pergi seperti ini? karena bukan kamu yang sakit, tapi orang lain? orang yang sangat mengenalmu, yang sangat tahu kamu. tapi sepertinya bukan itu maksudmu, aku tahu? aku peka, tapi terkadang sesuatu yang dipaksakan hasilnya akan terpaksa juga, aku hanya minta sedikit waktumu, tapi sepertinya aku terlambat. karena orang lain masuk dihidupmu sebelum aku, aku bisa apa sekarang? ikhlas? aku ikhlas, mau bagaimana lagi. kamu boleh pergi sekarang, lakukan semuanya yang bisa membuatmu merasa hidup, meskipun bukan aku disampingmu, aku akan belajar terbiasa dengan ini, kemudian akan kulakukan segala cara untuk menghilangkan sakitnya.
Dan pada akhirnya kekosongan itu akan terisi, terisi oleh nama-nama yang memberikan kesan yang baik, tapi sayang? namamu tidak disana, memang tempatmu bukan disana, tapi satu tempat lagi yang sampai sekarang masih kosong, itu tempatmu? tapi karena kamu pergi, mungkin akan kubiarkan kosong beberapa waktu lagi, aku hanya bisa menunggu. saat-saat seperti ini yang paling kurindukan adalah hujan, hujan yang mengalir, pelan tapi pasti. Terkadang aku berpikir hujan adalah obat hati yang paling mujarab, karena saat hujan turun? rasa sakit itu seperti ikut mengalir bersama material-material yang ikut pada aliran air hujan.
Memang saat ini hujan, hujan yang jatuh menetes di pori-pori kulitku, jatuh perlahan kemudian di ikuti sesak yang sangat menyakitkan, hujan itu kuberi nama "Air mata".
Sampai jumpa 23 , I will miss you.