Selasa, 29 April 2014

Janjiku untuk bunda

Aku terbangun oleh jeritan weker di samping kacamataku, seperti biasa aku akan terbangun di jarum pendek 5 yang diikuti oleh jarum panjang yang mengarah di angka 15. itu artinya matahari pagi sudah siap-siap memanjakanku dengan hangatnya, juga air yang akan menyegarkanku dari sisa-sisa mimpi yang masih tersimpan. mandi sudah, sarapan juga sudah, sebentar lagi minibus akan menjemputku layaknya seorang putri dari kerajaan anta-berantah.

aku hanyalah aku, gadis remaja yang sangat bergantung dengan kacamata. tidak ada yang spesial denganku. sama seperti remaja yang lain, bedanya mereka bahagia dan aku tidak. Arinda Milani Asyfa, nama yang biasa-biasa saja pemeberian almarhum bundaku, tapi nama itu sangat berarti untukku karena hanya itu yang mampu mengikatku dengan bunda yang tidak kumiliki potretnya.

minibus melaju dengan pelan, menyapa tanah basah yang semalam diguyur hujan. sekolahku sudah terlihat dari kejahuan, istana keduaku tempat sebagian episode hidupku dimuat. ada sedikit senyum yang menggantung di bibirku melihat tak lama lagi aku akan berjalan melewati kelas kakak tingkatku yang sangat ku kagumi sejak kelas 10 SMA. tanpa diperintahkan, kakiku melangkah dengan mantap melewati koridor sekolah, aku mungkin akan dikatakan gila dengan seniorku karena berjalan lalu-lalang di depan kelasnya. aku tidak peduli, akal sehatku seakan menghilang begitu saja, entah kemana perginya.

sebentar lagi kakakku itu akan pergi, "ahh kak! kenapa secepat itu, aku akan sangat merindukanmu, aku akan sangat marah padamu jika melupakanku" siapa aku? temannya bukan? pacar apa lagi? sebodoh itukah aku? sampai-sampai aku berfikir sangat jauh.

tuhan aku takut jatuh di pelukan yang salah, dan aku tidak ingin ini menjadi beban untukku. harusnya aku bisa melepaskannya karena cepat atau lambat aku akan dituntut untuk siap melepaskan! harusnya aku bisa. aku akan mencobanya. bunda, aku sayang bunda. dan Sysy akan berusaha menjadi anak yang baik untuk bunda dan ayah. sysy pasti bisa melepaskannya! sysy janji.

apakah aku mampu menepati janjiku? entahlah, aku sayang dia, kakak tingkatku. semuanya diluar kendali. aku KOSONG.


Sayangnya hanya aku.....

kembali ke dunia nyata, buku-buku paket yang berserakan dimana-mana, pr yang menumpuk, juga kebohongan-kebohongan klasik yang meng-atasnamakan persahabatan. bukan hal biasa lagi jika rumah adalah satu-satunya tempat untukku kembali, tidak ada yang spesial disana. hanya ada beberapa ruangan termasuk kamarku, juga penghuninya yang datang dan pergi. namun rasanya tetap sama, entah disekolah ataupun dirumah.

disisi lain aku tetap menomor satukan sekolahku, tempat dimana aku bisa bernafas dan berpura-pura menjadi sosok yang bahagia layaknya remaja pada umumnya. berbicara mengenai sekolah, berbicara mengenai kenangan. aku malu dan sedikit kesal membicarakn hal yang sama untuk kesekian kalinya. tapi sekarang berbeda, aku belajar menata hidupku kembali, belajar berjalan sendiri, dan mewarnai hidupku dengan sedikit kebahagiaan yang nyata. hari baru kembali hadir dan entah apa yang membuat mataku tiba-tiba tertuju dengan sosok ramah dan dingin dihadapanku, sosok yang selalu sibuk dengan dunianya tanpa ingin tahu siapa yang selalu memperhatikannya dari kejahuan. tiap hari bertemu bukan perkara mudah, saat bibir itu berbicara denganku aku tidak kuasa menahan goncangan di dadaku, dan yang berbicara pun dengan santainya mengacuhkanku. semakin sakit saat dia memanggilku dengan sapaan "DEK" . aku yang terlalu tinggi berharap, terlalu jauh memandang, dan akhirnya aku terjatuh sendiri.

disinilah aku tiap harinya. di depan pintu kelas, dan berdiri di koridor sekolahku yang menghubungkan kantin dan tempat dimana dia biasanya bermain dengan sahabatnya. aku yang terlalu jauh bermimpi, terlalu rapuh untuk berbicara, dan terlalu takut dengannya. mungkin hanya aku, pasalnya orang yang disana biasa-biasa saja, dan yang tersisa hanya aku dan harapan-harapan kosong memilikinya. aku tidak berharap kamu membaca tulisanku, karena itu mungkin tidak akan terjadi. sudahlah aku tidak terlalu bodoh untuk diam ditempat dan menjadi benar-benar bodoh untuk mengulang kesalahan yang sama untuk kesekian kali. karena aku tahu, rasa ini mungkin hanya ada padaku dan tidak denganmu....

dari pengagum rahasiamu, dari adik tingkatmu, yang mencintaimu, aku.

Senin, 28 April 2014

RAHASIA HATI

           saat mereka berpikir aku kehilangan, saat itulah kemenangan berpihak padaku. semuanya berjalan begitu saja, aku bahkan tak menduganya? akhir cerita dari perjalanan panjangku selama ini. entahlah? ini mungkin bukan suatu kisah yang indah untuk di ingat kembali, karena tetap saja menyisihkan perih yang sangat mendalam.
          satu tahun sudah aku berjuang sendiri, bodoh! membiarkan perasaanku dimainkan oleh naluriku sendiri, tanpa ku gunakan otakku berpikir jernih. rasanya ada sedikit perasaan lega, tapi masih menyisakan perasaan sesak, jika buku usangku kubuka kembali, melihat catatan tanganku tentang hari-harinya yang selama ini kuamati dari kejahuan, potret wajahnya yang mampu mencairkanku, semua tentangnya yang mengusik konsentrasiku. tapi sebentar lagi dia akan pergi jauh! sangat jauh, dan tentunya meninggalkan aku disini, pemuja rahasianya yang sampai saat ini belum dia ketahui identitasku. ingin bicara tapi sudah terlambat, bicarapun tidak akan mengubah keadaan! toh aku hanya seorang remaja yang ingin belajar sesuatu yang baru. aku masih menyimpan semuanya, potretnya, lagu kesukaannya, makanan kesukaannya, sahabat-sahabatnya. sudah! aku tidak akan membiarkan air mataku terjatuh lagi, aku akan belajar berbohong jika mereka bertanya "apakah kau masih memikirkannya?" dan aku akan berusaha munafik dengan hatiku untuk bilang "IYA! Aku sudah melupakannya!" sangat dramatis, tapi kenyataannya memang harus seperti itu, tidak perlu ada yang tau sedalam apa rasa sakitku. cukup tuhan dan aku yang mengetahuinya.
         tahun ajaran baru sudah didepan mata, dan aku ingin mencari sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa menutupi semuanya dan menyempurnakanku. aku juga tidak akan berharap banyak dan menuntut lebih untuk itu, karena jawabannya akan tetap sama! samar dan belum jelas.
       terimakasih untuk kebahagiaan singkat yang dulu pernah berarti, semoga yang sedang menata hidup baru disana baik-baik saja, sukses dengan apa yang dia kerjakan! doa ku selalu menyertaimu kak. semoga sukses!!Amin.

All About X.7 Smansa

Disinilah kami berdiri, di kelas sederhana dengan rentetan cerita menarik untuk di bahas kembali. seperti inilah kami, bersuka ria layaknya remaja seumuran kami, berbagi cerita dan suka. ada hal yang membuat kelas kami begitu spesial, seperti kebiasaan, tradisi, dan ritual-ritual aneh seperti mogok belajar jika sedang kurang bersemangat, dan serunya lagi kita adalah anak-anak remaja yang kompak! sangat kompak.


kelas kami terhebat, dengan wali kelas hebat juga, dia Mem Herlina Ramli yang keren! beliau adalah sosok pribadi yang tegas dan sangat mematuhi aturan, selain itu beliau juga sangat tegas dalam memberikan nilai dan tentunya sangat objektif.

kembali dengan penghuni kelas tercinta kami, semuanya memiliki karakter yang berbeda dan kebiasaan yang berbeda pula, ada pecinta musik reggae, k-pop, rock, dan ada yang suka dangdutan juga. sempurna! saking sempurnanya, ada hal yang membuatku sedih saat ini. kami harus menyadari bahwa sebentar lagi kita akan berjalan masing-masing dan tentunya tidak se-atap dalam proses pembelajaran. kita akan ujian penaikan kelas, yang pastnya aka disusul dengan penaikan kelas.

semoga mereka-mereka ini, sahaat-sahabat keas X.7 tidak mengidap Amnesia akut dengan kami sahabat-sahabatnya. semoga :)
RIP

sayangnya saya bermimpi
ada sedikit rasa kecewa menggantung
tuhan hebat meciptakannya
semuanya tanpa terkecuali

sampai saat ini ada hal yang mustahil
cintanya yang tak mampu kumiliki
selamanya mungkin seperti itu
entahlah, jiwaku sudah mati

menunggumu bukan perkara mudah
harusnya kamu yang peka
seharusnya kamu yang ikut berbahagia
tapi sayang, itu hanya angan-angan