Aku terbangun oleh jeritan weker di samping kacamataku, seperti biasa aku akan terbangun di jarum pendek 5 yang diikuti oleh jarum panjang yang mengarah di angka 15. itu artinya matahari pagi sudah siap-siap memanjakanku dengan hangatnya, juga air yang akan menyegarkanku dari sisa-sisa mimpi yang masih tersimpan. mandi sudah, sarapan juga sudah, sebentar lagi minibus akan menjemputku layaknya seorang putri dari kerajaan anta-berantah.
aku hanyalah aku, gadis remaja yang sangat bergantung dengan kacamata. tidak ada yang spesial denganku. sama seperti remaja yang lain, bedanya mereka bahagia dan aku tidak. Arinda Milani Asyfa, nama yang biasa-biasa saja pemeberian almarhum bundaku, tapi nama itu sangat berarti untukku karena hanya itu yang mampu mengikatku dengan bunda yang tidak kumiliki potretnya.
minibus melaju dengan pelan, menyapa tanah basah yang semalam diguyur hujan. sekolahku sudah terlihat dari kejahuan, istana keduaku tempat sebagian episode hidupku dimuat. ada sedikit senyum yang menggantung di bibirku melihat tak lama lagi aku akan berjalan melewati kelas kakak tingkatku yang sangat ku kagumi sejak kelas 10 SMA. tanpa diperintahkan, kakiku melangkah dengan mantap melewati koridor sekolah, aku mungkin akan dikatakan gila dengan seniorku karena berjalan lalu-lalang di depan kelasnya. aku tidak peduli, akal sehatku seakan menghilang begitu saja, entah kemana perginya.
sebentar lagi kakakku itu akan pergi, "ahh kak! kenapa secepat itu, aku akan sangat merindukanmu, aku akan sangat marah padamu jika melupakanku" siapa aku? temannya bukan? pacar apa lagi? sebodoh itukah aku? sampai-sampai aku berfikir sangat jauh.
tuhan aku takut jatuh di pelukan yang salah, dan aku tidak ingin ini menjadi beban untukku. harusnya aku bisa melepaskannya karena cepat atau lambat aku akan dituntut untuk siap melepaskan! harusnya aku bisa. aku akan mencobanya. bunda, aku sayang bunda. dan Sysy akan berusaha menjadi anak yang baik untuk bunda dan ayah. sysy pasti bisa melepaskannya! sysy janji.
apakah aku mampu menepati janjiku? entahlah, aku sayang dia, kakak tingkatku. semuanya diluar kendali. aku KOSONG.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar