kembali ke dunia nyata, buku-buku paket yang berserakan dimana-mana, pr yang menumpuk, juga kebohongan-kebohongan klasik yang meng-atasnamakan persahabatan. bukan hal biasa lagi jika rumah adalah satu-satunya tempat untukku kembali, tidak ada yang spesial disana. hanya ada beberapa ruangan termasuk kamarku, juga penghuninya yang datang dan pergi. namun rasanya tetap sama, entah disekolah ataupun dirumah.
disisi lain aku tetap menomor satukan sekolahku, tempat dimana aku bisa bernafas dan berpura-pura menjadi sosok yang bahagia layaknya remaja pada umumnya. berbicara mengenai sekolah, berbicara mengenai kenangan. aku malu dan sedikit kesal membicarakn hal yang sama untuk kesekian kalinya. tapi sekarang berbeda, aku belajar menata hidupku kembali, belajar berjalan sendiri, dan mewarnai hidupku dengan sedikit kebahagiaan yang nyata. hari baru kembali hadir dan entah apa yang membuat mataku tiba-tiba tertuju dengan sosok ramah dan dingin dihadapanku, sosok yang selalu sibuk dengan dunianya tanpa ingin tahu siapa yang selalu memperhatikannya dari kejahuan. tiap hari bertemu bukan perkara mudah, saat bibir itu berbicara denganku aku tidak kuasa menahan goncangan di dadaku, dan yang berbicara pun dengan santainya mengacuhkanku. semakin sakit saat dia memanggilku dengan sapaan "DEK" . aku yang terlalu tinggi berharap, terlalu jauh memandang, dan akhirnya aku terjatuh sendiri.
disinilah aku tiap harinya. di depan pintu kelas, dan berdiri di koridor sekolahku yang menghubungkan kantin dan tempat dimana dia biasanya bermain dengan sahabatnya. aku yang terlalu jauh bermimpi, terlalu rapuh untuk berbicara, dan terlalu takut dengannya. mungkin hanya aku, pasalnya orang yang disana biasa-biasa saja, dan yang tersisa hanya aku dan harapan-harapan kosong memilikinya. aku tidak berharap kamu membaca tulisanku, karena itu mungkin tidak akan terjadi. sudahlah aku tidak terlalu bodoh untuk diam ditempat dan menjadi benar-benar bodoh untuk mengulang kesalahan yang sama untuk kesekian kali. karena aku tahu, rasa ini mungkin hanya ada padaku dan tidak denganmu....
dari pengagum rahasiamu, dari adik tingkatmu, yang mencintaimu, aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar