cerita cinta klasik tentang kebahagiaan, penantian, pengharapan, angan-angan, juga bayangan-bayangan tentang masa depan cerah yang masih abu-abu. semuanya hampir menjadi bagian hidup yang serba hitam-putih, belum pasti mengarah kemana. waktu menjamah hidup kita, memberikan harapan untuk kita terus bangkit dan tetap melanjutkan hidup yang sesungguhnya, hidup yang keras, penuh politik duniawi yang sarat akan kebohongan.
bagaimana dengan persahabatan? sahabat yang katanya malaikat tanpa sayap, sosok yang akan selalu ada, akan selalu hadir diantara suka, juga duka yang mampir sebentar kemudian pergi lagi. sahabat yang katanya selamanya menjadi bagian dari diri kita, penentu kita kedepannya, yang menggenggam tangan kita, merangkul kita saat dijatuhkan oleh kenyataan yang memang selalu menyakitkan. sahabat, sahabat dalam kamus hati yang hanya ada dipikiran kita, hanya kita yang tahu, tidak dijual, dan tidak akan diketahui oleh siapapun. banyak yang mengatakan, "yang spesial akan kalah sama yang selalu ada" dan seperti itulah mereka, sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita, juga mereka yang selalu ada untuk kita, ibu dan bapak guru kita, dan yang terakhir, orang tua tercinta. karena hanya mereka yang memang akan ada untuk kita, kita yang menangis, yang terpukul, trauma dengan hidup, dan berpikir untuk berhenti disini saja, tanpa mencoba untuk kembali berjalan seperti sedia kala, hanya mereka.
bagaimana jika kita tidak memilikinya? bagaimana jika kita tidak mempercayai sosok yang bernama sahabat itu? karena makhluk sepertinya mungkin saja tidak diciptakan tuhan untuk kita, mungkin saja. tapi percaya atau tidak, ada banyak sosok seperti itu diluar sana, hanya saja kita terlalu takut untuk memberikan kepercayaan lebih kepadanya. sangat banyak, hanya saja kita terlalu lama berpikir dan tenggelam dalam pikiran kita masing-masing tanpa adanya usaha untuk menerima dan beradaptasi dengan dunianya juga. seperti itulah kita, terlalu banyak berpikir, tanpa dibarengi usaha yang seimbang.
hal yang perlu dilakukan, yaitu berusaha percaya! apa susahnya memberikan sekian persen rasa percaya kepada mereka. saatnya terbangun dari mimpi, keluar dari dunia kita masing-masing dan berusaha percaya, keluar dari nyamannya kita dan menatap dunia yang sesungguhnya, menatap dunia dengan senyuman tentunya.
karena diluar sana ada banyak sosok sepertinya,
sosok malaikat tanpa sayap, sosok yang tidak sempurna diluar sana,
sama seperti kita.
percayalah!
Selasa, 06 Mei 2014
Minggu, 04 Mei 2014
Tentang Cinta
aku bisa mendengarnya, suara kesakitan dalam hatiku. aku sadar, ada ruang yang tidak terjamah disana, ruang yang entah akan selamanya kosong atau mungkin akan terisi suatu saat. aku hanya bisa menunggu, menunggu satu nama yang akan menjadi pelengkap ruang yang kosong dalam relungku.
mungkin sekarang belum waktunya, belum saatnya. memang pernah ada satu nama disana, satu nama yang bukan menjadi pelengkap, tapi malah menjadi jarum yang menusuk dan menyakitiku, pasalnya hanya aku yang merasakan, memendam dan tidak punya cukup keberanian untuk sekedar menatap wajahnya. itu dulu, dan sekarang aku berusaha lari dari kenyataan, bukan lari! tapi menghindari semua hal yang tidak kubutuhkan, aku menjauh, berusaha tegar, belajar menerima, dan sabar. walaupun begitu, aku telah melewati masa trauma berkepanjangan dan berusaha untuk percaya kembali kepada makhluk sepertinya.
ini mimpi buruk, rasa yang ada benar-benar membingungkan! yang ku ketahui hanya ada dua, yaitu sakit dan bahagia. ternyata itu salah, keduanya hanya mewakili ribuan rasa yang ada, mewakili benci, pilu, marah, sedih, bahagia, gunda, galau, dan banyak lagi yang tersisa. cinta datang karena cinta akan hadir pada waktunya, terserah kapan cinta menyentuh takdir tiap insan, karena cinta bukan paksaan, bukan status, melainkan kepercayaan dua anak manusia yang saling menjaga. teori tentang cinta juga sangat banyak, tapi sayang.. aku belum merasakan seperti apa itu cinta dalam dunia nyata.
karena bagiku cinta hanya ada didunia mereka yang bahagia,
cinta terlalu benci untuk menyentuh takdirku, terlalu menyiksaku,
membuatku bosan menunggu dan entah mungkin aku akan membenci cinta dan tidak percaya lagi dengannya
ataukah cinta mengajariku untuk bersabar? belajar melangkah sendiri untuk saat ini. entahlah.
ini tentang cinta, dan aku akan berusaha untuk percaya.
mungkin sekarang belum waktunya, belum saatnya. memang pernah ada satu nama disana, satu nama yang bukan menjadi pelengkap, tapi malah menjadi jarum yang menusuk dan menyakitiku, pasalnya hanya aku yang merasakan, memendam dan tidak punya cukup keberanian untuk sekedar menatap wajahnya. itu dulu, dan sekarang aku berusaha lari dari kenyataan, bukan lari! tapi menghindari semua hal yang tidak kubutuhkan, aku menjauh, berusaha tegar, belajar menerima, dan sabar. walaupun begitu, aku telah melewati masa trauma berkepanjangan dan berusaha untuk percaya kembali kepada makhluk sepertinya.
ini mimpi buruk, rasa yang ada benar-benar membingungkan! yang ku ketahui hanya ada dua, yaitu sakit dan bahagia. ternyata itu salah, keduanya hanya mewakili ribuan rasa yang ada, mewakili benci, pilu, marah, sedih, bahagia, gunda, galau, dan banyak lagi yang tersisa. cinta datang karena cinta akan hadir pada waktunya, terserah kapan cinta menyentuh takdir tiap insan, karena cinta bukan paksaan, bukan status, melainkan kepercayaan dua anak manusia yang saling menjaga. teori tentang cinta juga sangat banyak, tapi sayang.. aku belum merasakan seperti apa itu cinta dalam dunia nyata.
karena bagiku cinta hanya ada didunia mereka yang bahagia,
cinta terlalu benci untuk menyentuh takdirku, terlalu menyiksaku,
membuatku bosan menunggu dan entah mungkin aku akan membenci cinta dan tidak percaya lagi dengannya
ataukah cinta mengajariku untuk bersabar? belajar melangkah sendiri untuk saat ini. entahlah.
ini tentang cinta, dan aku akan berusaha untuk percaya.
Sabtu, 03 Mei 2014
Mereka mengatakan saya BODOH !
jentikan jemari tanganku kembali beradu dengan keyboard komputer, juga tidak asing lagi bagi mataku memandang layar monitor sampai beberapa jam hanya untuk meluangkan sedikit waktu untuk menulis. seperti hari-hari biasanya, ada banyak tugas, masalah, juga konflik ekonomi yang tidak mengerti dengan keadaan. ada banyak paksaan oleh bapak juga ibu guru untuk menghapal rumus atom dan dalil phytagoras. hidup akan berjalan seperti ini selamanya, berlalu begitu saja tanpa pernah berbisik untuk memberikan semangat juang untuk hidup, tidak ada warna sama sekali. mungkin hal ini hanya aku yang merasakannya, atau mungkin ada orang lain yang lebih buruk lagi hidupnya dariku, entahlah. aku tidak ingin tau, dan tidak mau menambah pusing kepalaku.
senaif itukah aku? sangat egois. menyimpulkan sesuatu tanpa melihat sisi lain hidup, hanya terfokus pada satu perspektif kehidupan, dan itu sangat tidak adil bagi mereka-mereka yang lebih buruk hidupnya, aku betul-betul tidak bersyukur. kapan terakhir kali aku berdoa, memohon petunjuk dan kesabaran kepada tuhan, meminta ampun atas tiap jengkal dosa yang kubuat. aku hilang bentuk, kejiwaanku mulai terbelenggu oleh kehidupan manusiawi yang tidak kuketahui arah dan tujuannya. mereka bilang aku bodoh! apa yang salah denganku? rasanya aku tidak jauh berbeda dari mereka-mereka yang katanya hidupnya bahagia. aku putus asa, mereka memiliki pegangan dan mampu bertahan dalam genggaman. sedangkan aku? aku hanyalah manusia biasa yang tidak dianggap, tidak dipedulikan, dijahui dan tidak memiliki cukup teman, dan aku membenci hidupku.
jalanku masih panjang, hingga hatiku lelah mengembara. akhirnya kutemukan jawaban yang mampu membuka mata hatiku, menyadarkanku, dan mampu menyinari sudut gelap batinku. KEYAKINAN! dan keyakinan itulah yang membawaku mampu berdiri disini, tersenyum cerah, memandang segala sisi dari perspektif kehidupan yang ada. aku senang menjadi diri sendiri, mereka pernah mengatakan aku bodoh! aku sangat bersyukur. karena dengan kalimat yang "cantik" itu, aku mampu membuktikan bahwa aku adalah orang yang berkualitas dan mampu mensyukuri hidupku apa adanya.
karena mereka mengatakan saya BODOH!
terimakasih untuk itu.
senaif itukah aku? sangat egois. menyimpulkan sesuatu tanpa melihat sisi lain hidup, hanya terfokus pada satu perspektif kehidupan, dan itu sangat tidak adil bagi mereka-mereka yang lebih buruk hidupnya, aku betul-betul tidak bersyukur. kapan terakhir kali aku berdoa, memohon petunjuk dan kesabaran kepada tuhan, meminta ampun atas tiap jengkal dosa yang kubuat. aku hilang bentuk, kejiwaanku mulai terbelenggu oleh kehidupan manusiawi yang tidak kuketahui arah dan tujuannya. mereka bilang aku bodoh! apa yang salah denganku? rasanya aku tidak jauh berbeda dari mereka-mereka yang katanya hidupnya bahagia. aku putus asa, mereka memiliki pegangan dan mampu bertahan dalam genggaman. sedangkan aku? aku hanyalah manusia biasa yang tidak dianggap, tidak dipedulikan, dijahui dan tidak memiliki cukup teman, dan aku membenci hidupku.
jalanku masih panjang, hingga hatiku lelah mengembara. akhirnya kutemukan jawaban yang mampu membuka mata hatiku, menyadarkanku, dan mampu menyinari sudut gelap batinku. KEYAKINAN! dan keyakinan itulah yang membawaku mampu berdiri disini, tersenyum cerah, memandang segala sisi dari perspektif kehidupan yang ada. aku senang menjadi diri sendiri, mereka pernah mengatakan aku bodoh! aku sangat bersyukur. karena dengan kalimat yang "cantik" itu, aku mampu membuktikan bahwa aku adalah orang yang berkualitas dan mampu mensyukuri hidupku apa adanya.
karena mereka mengatakan saya BODOH!
terimakasih untuk itu.
Jumat, 02 Mei 2014
Hujan, dan kebahagiaan
hujan menggodaku untuk bangkit dan mengintip dibalik jendela kamarku, usaha hujan betul-betul berhasil membuatku merasa sedikit berbeda. semilir angin juga bersahabat menyapa wajahku dengan hembusannya. seperti inikah hujan? aku memandang keatas dan memperhatikan tetes-tetes air itu jatuh menyentuh tanah, seperti itukah hujan? menyejukkan tanah yang tadinya berdebu dan gersang, menyejukkan tumbuhan-tumbuhan layu yang tidak terawat berserakan di seluruh penjuru negeri.
sangat disayangkan, hujan hanyalah air! air yang mengalir, mengikuti arus dan pada akhirnya akan terjatuh dan berakhir di laut. sama seperti rasa yang ada, rasa yang berbeda, rasa yang hanya dimiliki oleh satu pihak tanpa dimengerti oleh orang yang sejak dulu dinanti. seperti itulah rasa, datang dan pergi begitu saja, hanya menyisakan kehangatan-kehangatan semu yang pada akhirnya akan mendatangkan sakit dan air mata. sama seperti tetes-tetes itu yang akan bercampur dengan air laut dan menjadi musuh pelaut yang perang dengan badai. meskipun begitu, hujan tetap turun, hujan tetap menjalankan kewajibannya menyejukkan tanah, tumbuhan, juga hati yang diam-diam sakit menunggu. seperti rasa yang akan terus datang bersemayam di hati insan yang peka dan percaya akan adanya rasa. meski sakit, tapi rasa itulah yang mengganggu, datang sendiri tanpa diundang, tanpa persetujuan.
tapi tidak selamanya hujan datang dan pergi begitu saja, tidak selamanya hujan pergi tanpa meninggalkan jejak-jejak yang bisa dirasakan setelahnya. setelah hujan akan ada pelangi, setelah semuanya pergi, rasa sakit itu berlalu, akan ada bahagia yang menjadi pelengkap kesakitan yang utuh. karena kesakitan dan kebahagiaan sebenarnya selalu berjalan beriringan, hanya saja terkadang kesakitan lebih egois untuk lebih pertama menyapa insan, dan kebahagiaan yang sangat mengerti dan akan selalu mengalah untuk kesakitan. dan saat kesakitan sampai di tempat tujuan juga kebahagiaan yang berhasil menyusulnya, maka disitulah ada hidup seutuhnya, kebahagiaan yang utuh, kebahagiaan yang akan menjadi bagian dari hidup itu sepenuhnya.
karena aku percaya rasa, sama seperti hujan...
sama seperti kesakitan dan kebahagiaan yang berjalan beriringan.
dari hatiku, yang beku.
sangat disayangkan, hujan hanyalah air! air yang mengalir, mengikuti arus dan pada akhirnya akan terjatuh dan berakhir di laut. sama seperti rasa yang ada, rasa yang berbeda, rasa yang hanya dimiliki oleh satu pihak tanpa dimengerti oleh orang yang sejak dulu dinanti. seperti itulah rasa, datang dan pergi begitu saja, hanya menyisakan kehangatan-kehangatan semu yang pada akhirnya akan mendatangkan sakit dan air mata. sama seperti tetes-tetes itu yang akan bercampur dengan air laut dan menjadi musuh pelaut yang perang dengan badai. meskipun begitu, hujan tetap turun, hujan tetap menjalankan kewajibannya menyejukkan tanah, tumbuhan, juga hati yang diam-diam sakit menunggu. seperti rasa yang akan terus datang bersemayam di hati insan yang peka dan percaya akan adanya rasa. meski sakit, tapi rasa itulah yang mengganggu, datang sendiri tanpa diundang, tanpa persetujuan.
tapi tidak selamanya hujan datang dan pergi begitu saja, tidak selamanya hujan pergi tanpa meninggalkan jejak-jejak yang bisa dirasakan setelahnya. setelah hujan akan ada pelangi, setelah semuanya pergi, rasa sakit itu berlalu, akan ada bahagia yang menjadi pelengkap kesakitan yang utuh. karena kesakitan dan kebahagiaan sebenarnya selalu berjalan beriringan, hanya saja terkadang kesakitan lebih egois untuk lebih pertama menyapa insan, dan kebahagiaan yang sangat mengerti dan akan selalu mengalah untuk kesakitan. dan saat kesakitan sampai di tempat tujuan juga kebahagiaan yang berhasil menyusulnya, maka disitulah ada hidup seutuhnya, kebahagiaan yang utuh, kebahagiaan yang akan menjadi bagian dari hidup itu sepenuhnya.
karena aku percaya rasa, sama seperti hujan...
sama seperti kesakitan dan kebahagiaan yang berjalan beriringan.
dari hatiku, yang beku.
Kamis, 01 Mei 2014
Aku diam, cukup tuhan dan aku..
andai matamu, melihat aku..
terungkap semua, isi hatikuu...
alam sadarku, alam mimpiku
semua milikmu andai kau tau! andai kau tau..
rahasia cintakuu...
lagu ini sudah menjadi teman baik untuk hatiku, soundtrack lagu film 5 cm oleh Nidji yang pernah menjadi saksi bisu tetes-tetes air mataku. Rahasia hati, judul lagu dari band Nidji. sama seperti apa yang kurasaakan satu tahun yang lalu, ini mungkin sebuah kutukan untukku. entahlah, ini begitu sulit ditebak. sangat sulit untuk hati juga logikaku. ada hal yang membuat lagu ini mendarah-daging dalam tubuhku. tiap kata dalam bait lagu tersebut sudah mewakili semua yang ada dalam dadaku yang sesak, dan sampai saat ini ada rasa sakit yang timbul-tenggelam jika lagu ini kembali terdengar ditelingaku.
ada yang pergi kemudian yang baru akan datang, seperti itulah ''rumus kehidupan'' yang katanya telah menjadi tradisi dan dipercaya oleh sebagian orang. memang kenyataannya hal yang seperti itu akan terjadi, sama seperti reinkarnasi jiwa yang telah mati. tapi rasanya hampa, tidak sebahagia dulu, tidak seceria dulu, tidak seindah apa yang dulu kurasakan.
mungkin hatiku sudah beku, perasaanku mati. atau mungkin aku belum siap untuk benar-benar melepaskan bayang-bayangnya. ini kutukan, seperti karma yang abadi. harusnya aku bisa melupakan, belajar menerima. tapi itu tidak semudah logika yang berpikir, tidak semudah menyeka air mata yang menetes. PROSES! lagi-lagi proses, terkadang aku membenci kata itu. bahagia dan tidak itu relatif, tergantung waktu dan juga prosesnya. tapi yang menjadi pertanyaan adalah rentang waktu diantara bahagia dan tidak, itu bisa satu menit, satu hari, satu bulan, bahkan bisa puluhan tahun. dan aku lebih memilih tuhan merahasiakannya untukku, aku takut yang ingin kutau akan menyakitiku.
jadi, lebih baik diam. diam yang sabar, diam yang kuat, diam yang membela apa yang harus dipertahanka, diam yang aktif, dan diam yang tidak tinggal bodoh menunggu keajaiban bintang jatuh. seperti itulah diamku untuk rasa yang mati, tuhan lebih tau jalan hidupku dan aku akan berusaha untuk itu. aku diam, cukup tuhan dan aku.
"dan aku akan berusaha untuk diamku, bersabar......."
terungkap semua, isi hatikuu...
alam sadarku, alam mimpiku
semua milikmu andai kau tau! andai kau tau..
rahasia cintakuu...
lagu ini sudah menjadi teman baik untuk hatiku, soundtrack lagu film 5 cm oleh Nidji yang pernah menjadi saksi bisu tetes-tetes air mataku. Rahasia hati, judul lagu dari band Nidji. sama seperti apa yang kurasaakan satu tahun yang lalu, ini mungkin sebuah kutukan untukku. entahlah, ini begitu sulit ditebak. sangat sulit untuk hati juga logikaku. ada hal yang membuat lagu ini mendarah-daging dalam tubuhku. tiap kata dalam bait lagu tersebut sudah mewakili semua yang ada dalam dadaku yang sesak, dan sampai saat ini ada rasa sakit yang timbul-tenggelam jika lagu ini kembali terdengar ditelingaku.
ada yang pergi kemudian yang baru akan datang, seperti itulah ''rumus kehidupan'' yang katanya telah menjadi tradisi dan dipercaya oleh sebagian orang. memang kenyataannya hal yang seperti itu akan terjadi, sama seperti reinkarnasi jiwa yang telah mati. tapi rasanya hampa, tidak sebahagia dulu, tidak seceria dulu, tidak seindah apa yang dulu kurasakan.
mungkin hatiku sudah beku, perasaanku mati. atau mungkin aku belum siap untuk benar-benar melepaskan bayang-bayangnya. ini kutukan, seperti karma yang abadi. harusnya aku bisa melupakan, belajar menerima. tapi itu tidak semudah logika yang berpikir, tidak semudah menyeka air mata yang menetes. PROSES! lagi-lagi proses, terkadang aku membenci kata itu. bahagia dan tidak itu relatif, tergantung waktu dan juga prosesnya. tapi yang menjadi pertanyaan adalah rentang waktu diantara bahagia dan tidak, itu bisa satu menit, satu hari, satu bulan, bahkan bisa puluhan tahun. dan aku lebih memilih tuhan merahasiakannya untukku, aku takut yang ingin kutau akan menyakitiku.
jadi, lebih baik diam. diam yang sabar, diam yang kuat, diam yang membela apa yang harus dipertahanka, diam yang aktif, dan diam yang tidak tinggal bodoh menunggu keajaiban bintang jatuh. seperti itulah diamku untuk rasa yang mati, tuhan lebih tau jalan hidupku dan aku akan berusaha untuk itu. aku diam, cukup tuhan dan aku.
"dan aku akan berusaha untuk diamku, bersabar......."
Karena Tuhan adil
saat kau yakin tuhan adil, dan saat kau lupa untuk yakin akan adanya tuhan, hingga kau berpikir tuhan tidak ada untukmu, sabarlah. mungkin tuhan sedang mengujimu untuk memperlihatkan kebesarannya padamu.
akan ada masa dimana kamu akan dibingungkan dengan nalurimu, dibutakan oleh hasrat yang dikenal dengan kata CINTA.
tuhan adil, dan memang seperti itu kenyataannya. sama seperti cinta, tuhan adil dalam menakar tiap tetes perasaan yang ditujukan untuk kita, tapi sayang kau terlambat mengetahuinya dan rasa takutmu lah yang membuatmu seperti ini. penantianmu tidak sia-sia bukan? hanya masalah waktu dan ke-pekaan rasa tiap insan, dan kini tuhan telah meniupkan rasa yang sama kepadanya untukmu. rasa sakit yang kau pendam akhirnya bisa kau ungkapkan dengan tenang, membuang amarah dihatimu yang rasanya sangat perih di dalam relungmu terdalam. memang seperti itulah rasa, seperti itulah keajaiban rasa yang dititipkan tuhan untuk kita, nikmati sekarang sebelum waktu kembali ikut campur tangan dan memanggil salah satu diantara kalian untuk menghadap tuhan sang sutradara kehidupan. selamat untukmu sahabat, selamat untuk jalan baru yang kau tempuh bersama sosok impian yang kini benar-benar menjadi nyata di hidupmu, dan aku akan sangat bersyukur melihatmu bahagia.
rasanya aku tak cukup tau tentangmu, tak ingin mengusik ketenanganmu, juga tak punya hak untuk masuk di kehidupanmu. aku menyayangimu dengan lurus, tulus dan tanpa banyak bicara. tuhan adil bukan? memang seperti itulah kenyataannya.
Tidak ada rasa yang tidak diungkapkan, tidak ada cinta yang diciptakan untuk satu inisan karena tuhan adil. sehingga menciptakan kita berpasang-pasangan.
Devi & Hasyim.
akan ada masa dimana kamu akan dibingungkan dengan nalurimu, dibutakan oleh hasrat yang dikenal dengan kata CINTA.
tuhan adil, dan memang seperti itu kenyataannya. sama seperti cinta, tuhan adil dalam menakar tiap tetes perasaan yang ditujukan untuk kita, tapi sayang kau terlambat mengetahuinya dan rasa takutmu lah yang membuatmu seperti ini. penantianmu tidak sia-sia bukan? hanya masalah waktu dan ke-pekaan rasa tiap insan, dan kini tuhan telah meniupkan rasa yang sama kepadanya untukmu. rasa sakit yang kau pendam akhirnya bisa kau ungkapkan dengan tenang, membuang amarah dihatimu yang rasanya sangat perih di dalam relungmu terdalam. memang seperti itulah rasa, seperti itulah keajaiban rasa yang dititipkan tuhan untuk kita, nikmati sekarang sebelum waktu kembali ikut campur tangan dan memanggil salah satu diantara kalian untuk menghadap tuhan sang sutradara kehidupan. selamat untukmu sahabat, selamat untuk jalan baru yang kau tempuh bersama sosok impian yang kini benar-benar menjadi nyata di hidupmu, dan aku akan sangat bersyukur melihatmu bahagia.
rasanya aku tak cukup tau tentangmu, tak ingin mengusik ketenanganmu, juga tak punya hak untuk masuk di kehidupanmu. aku menyayangimu dengan lurus, tulus dan tanpa banyak bicara. tuhan adil bukan? memang seperti itulah kenyataannya.
Tidak ada rasa yang tidak diungkapkan, tidak ada cinta yang diciptakan untuk satu inisan karena tuhan adil. sehingga menciptakan kita berpasang-pasangan.
Devi & Hasyim.
Langganan:
Postingan (Atom)