pagi yang cerah, pagi yang mendung, pagi yang kelabu. apa bedanya? tetap saja berada di waktu yang sama, di pagi hari. lantas, apa yang kamu pikirkan tentang pagi ini? aku? sekolahmu? atau tentang perjalanan hidupmu yang katanya sangat membingungkan olehmu. kamu tetap sama, tetap ceria dikala kamu sedih, dan tetap diam saat kamu marah denganku.
aku mengenalmu lama, dan aku tahu apa yang tidak kamu suka ataupun kamu sukai. dua tahun bukan waktu yang singkat, kamu pernah bilang "waktu itu aneh! sama anehnya dengan kamu." kamu pernah menangis karena aku, dan itu kesalahan terbesarku. aku aneh? kamu yang aneh. bagaimana tidak? menggunakan baju seragam yang salah itu bukan aneh yah? atau lebih jago masak dari aku, setidaknya itu salah satu jenis keanehan versiku.
dua tahun sudah kita jalin hubungan rahasia ini, tanpa satupun orang yang tahu. aku nyaman? jangan tanya, karena nyamanku adalah kamu. aku sedih? tentu! sedih sekali saat tahu orang yang kucintai ini mulai berfikir untuk menjauh. sedih sekali, saat tahu orang yang kucintai ini memilih untuk tidak memilihku. memang harusnya aku yang tidak mengambil resiko waktu itu, seharusnya aku tahu akibatnya mencintaimu. bagaimana mungkin kita bisa bertahan, tanpa berpegang pada tiang yang sama? aku dengan hijab dikepalaku, dan kamu dengan salibmu. aku dengan al-quran ku, dan kamu dengan kitabmu. seharusnya aku sadar, seandainya saja waktu bisa diputar kembali, aku tidak akan berada ditempat yang sama untuk menunggu seseorang yang akan menemukanku, menunggumu.
kamu memilih menjadi abdi di gerejamu, dan saat itu juga aku sadar, separuh aku akan hilang. aku harus terbiasa, membiasakan diri tanpamu. jangan paksa aku untuk melupakan, karena seperti katamu, "witing tresno jalaran soko kulino" cinta datang karena terbiasa, tapi bagaimana jika kebiasaan itu hadir secara tidak sengaja? kita sama, selau bersama. maaf saja, maaf! aku belum bisa menerima laki-laki lain, belum bisa melupakanmu untuk saat ini. maaf jika aku lancang, walaupun aku tidak sempurna, rasa sayangku sesempurna apa yang kamu pikirkan. maaf, aku masih cinta kamu.
Tmabh lagi cerita yg menyentuh nyok.
BalasHapushaha cerita apa nap? yang menyentuh bagaimana??
BalasHapus